WONOGIRI, suaramerdeka.com - Pemerintah Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri, berupaya menghidupkan kembali budaya mendongeng untuk anak-anak. Ini
sebagai bentuk pelestarian budaya, karena mendongeng sudah ada sejak abad 18. Dari mendongeng, diharapkan dapat memberikan manfaat edukatif bagi anak-anak, utamanya dalam mengembangkan imajinasi dan memacu kreativitas otak kanan, untuk kelak mampu melahirkan ide-ide segar yang bermanfaat bagi kehidupan.
Acara membudayakan dongeng untuk anak-anak, dibuka oleh Camat Pracimantoro, Warsito, bersama jajaran Forkompincam setempat, dan digelar di Pendapa Kantor Kecamatan. Acara ini diselenggarakan oleh lembaga Pendidikan Non-Formal Informal (PNFI) bersama Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri, pimpinan Sarah Jiyanti.
Ikut hadir pula Batuud Koramil-13 Pracimantoro Kodim 0728 Wonogiri, Pelda Sukirman, dan Ipda Nardi dari Polsek Pracimantoro, bersama anak-anak usia dini dari empat lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kecamatan Pracimantoro. Yakni dari PAUD Purnama I dari Desa Gebangharjo, PAUD Ceria dari Desa Glinggang, PAUD Bina Insani asal Desa Jimbar, dan Kelompok Bermain dari Desa Trukan.
Camat Pracimantoro, Warsito, memberikan apresiasi kepada para pengasuh PAUD dan Kelompok Bermain yang berinisiatif menggelar acara mendongeng di Pendapa Kecamatan Pracimantoro tersebut. ''Pendapa Kecamatan ini terbuka untuk siapa saja, termasuk untuk anak-anak PAUD, silahkan dipakai mengadakan kegiatan, termasuk menggelar acara mendongeng,'' tegas Camat Warsito sembari menambahkan, agar acara mendongeng ini dapat dibakukan sebagai kegiatan mingguan secara rutin dan
berkesinambungan.
''Jangan hanya dari anak-anak PAUD saja, silahkan anak-anak dari TK (Taman Kanak-kanak) dan dari Kelompok Bermain yang eksis di Kecamatan Pracimantoro, juga ikut mengadakan acara mendongeng di pendapa kecamatan ini secara bergantian,'' tambah Camat Warsito.
Pada kegiatan tersebut, Batuud Koramil-13 Pracimantoro Kodim 0728 Wonogiri, Pelda Sukirman, berkenan tampil menjadi pendongeng. Kepada anak-anak disampaikan dongeng Fabel terbaru tentang kisah tikus yang bersahabat dengan seekor harimau. ''Ketahuilah anak-anak, dengan jalinan persahabatan, dua binatang tersebut, yakni si tikus tidak dimangsa harimau, tapi keduanya dapat hidup rukun saling menghargai dan saling membantu,'' jelas Pelda Sukirman.
Dongeng tikus bersahabat dengan si raja hutan tersebut, memberikan makna betapa pentingnya menjalin persahabatan, untuk membangun kebersamaan dalam kehidupan yang guyub dan rukun. Dari jalinan persahabatan yang saling berbalas kebaikan, tolong-menolong, akan tercipta tata kehidupan yang damai, aman dan tenteram.
(Bambang Purnomo /SMNetwork /CN40 )
http://www.suaramerdeka.com/news/detail/22424/Menghidupkan-Kembali-Budaya-Mendongeng-untuk-Anak-anakBagikan Berita Ini
0 Response to "Menghidupkan Kembali Budaya Mendongeng untuk Anak-anak"
Post a Comment