JAKARTA, suaramerdeka.com- TruckMagz bersama dengan PT Daimler Commercial Vehicles Indonesia (DCVI), agen tunggal penjualan kendaraan niaga Mercedes-Benz di Indonesia, telah mengadakan roadshow “Safety First, Efficiency Follow”, 4-5 April lalu. Pemred TruckMagz Ratna Hidayati menyatakan roadshow tersebut bertujuan untuk mengedukasi para pengemudi serta pemilik perusahaan tentang keselamatan dan efisiensi dalam berkendara.
Di hari pertama, para pengemudi diberikan materi berkendara defensif terdiri dari pelatihan yang dilanjutkan dengan ujian tertulis dan praktek.
"Jadi bukan hanya pelatihan bagi keselamatan pengemudi itu sendiri tapi juga orang lain," ujarnya.
Pelatihan "Safety First, Eficiency Follow” di Jakarta ini merupakan lokasi ketiga setelah Banten dan Semarang.
Dia memaparkan dari ketiga tempat pelatihan terdapat kesimpulan dari hasil test para pengemudi.
Untuk Jakarta, pemahaman rambu lalu lintas pengemudi skornya 77%, skill defensive driving 43%, dan driving awareness 63%. Sementara di Semarang, pemahaman rambu lalu lintas para peserta 80%, skill defensive driving 49%, namun driving awarenessnya hanya 55%.
Kemudian di Banten, pemahaman rambu lalin para peserta 72%, skill defensive driving 47%, dan driving awareness 47%.
"Ternyata nggak ada korelasi pengetahuan rambu lalin dengan kemampuan mengemudi yang baik dan benar. Ini harus dikaji lebih dalam. Di Semarang paham rambu 80% tapi driving awareness 55%. Definisi defensive driving skill sendiri kan mengutamakan keselamatan diri dan orang lain. Semarang paling parah, pemahaman rambu benar tapi kesadaran agar orang selamat rendah," paparnya.
Rencananya, pihaknya akan menyelenggarakan pelatihan ini secara rutin agar kepedulian para pengemudi terhadap keselamatan semakin meningkat.
(Kartika Runiasari /SMNetwork /CN41 )
http://www.suaramerdeka.com/news/detail/22215/Pengetahuan-Rambu-Lalin-Tak-Berhubungan-dengan-Kemampuan-MengemudiBagikan Berita Ini
0 Response to "Pengetahuan Rambu Lalin Tak Berhubungan dengan Kemampuan Mengemudi"
Post a Comment