Search

Ulama Ingin Lakukan Redefinisi dan Tafsir Ulang Praktik Demokrasi

SEMARANG,suaramerdeka.com. Para ulama di Jawa Tengah mengalami kegelisahan dalam menyikapi praktik demokrasi  Indonesia yang selama ini berjalan. Menurut ulama  praktik demokrasi kurang memberikan pengaruh positif dalam konteks kesejahteraan bagi rakyat. 

Dewan Pembina MUI Jawa Tengah Ali Mufiz menuturkan para ulama, organisasi Islam dan pondok pesantren mencoba menelaah secara mendalam apakah praktik demokrasi yang belum positif ini dipengaruhi oleh prilaku masyarakat, pengaruh eksternal atau sistem itu sendiri yang tidak sesuai dengan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.  

"Dari pengamatan empirik ulama melihat bahwa demokrasi mempunyai cacat baik itu cacat bawaan ataupun cacat buatan dan itu tidak sesuai dengan nilai-nilai luhur yang selama ini dipegang teguh terutama yang ada di pembukaan UUD 1945," tuturnya saat melakukan pertemuan dengan CEO Suara Merdeka Network Kukrit SW bersama pengurus MUI Jawa Tengah, Jumat (6/4). 

Ali Mufiz mencontohkan sesuai undang-undang asas demokrasi adalah kekeluargaan tetapi faktanya dalam praktik demokrasi sekarang lebih mengutamakan individualisme. Selain itu perilaku politik yang sebagian tidak sesuai dengan budaya Indonesia yakni masih banyak mengutamakan diri sendiri daripada orang lain. 

"Itu semuanya menjadi dasar kenapa ada gagasan untuk melakukan redefinisasi dan tafsir ulang terhadap praktik demokrasi yang ada sekarang ini," katanya yang juga mantan Gubernur Jawa Tengah. 

Ali Mufiz menambahkan redefinisasi dan tafsir ulang dilakukan terhadap kaitan demokrasi dan pembukaan UUD 1945. Menurutnya tidak ada satu katapun catatan demokrasi. 

"Dan MUI Jawa Tengah melihat kenapa tidak mengembalikan sistem politik dan kehidupan pada tujuan didirikan NKRI yaitu keadilan bagi rakyat," ucapnya. 

Demokrasi sekarang ini, lanjutnya malah menyuburkan praktik korupsi yang banyak terjadi oleh pemimpin-pemimpin daerah. Pemilih dalam demokrasi juga banyak yang tidak rasional, sulit  membayangkan rakyat Indonesia memilih berdasarkan program tapi ada faktor-faktor lain. 

Ketua MUI Jawa Tengah KH Ahmad Daroji mengatakan pendiri bangsa Indonesia memahami betul kondisi bangsa dengan cita-cita kedepanya dan seharusnya rakyat sudah mulai sadar ada yang salah karena tidak sesuai yang dicita-citakan pendiri bangsa Indonesia. 

"MUI berkeinginan karena kita sekarang berada di suasana pilkada, pileg dan pilpres sesudah itu akan melakukan kajian bagaimana mencari bentuk dan format paling ideal  dan bagaimana melaksanakannya," jelasnya.  

(Cun Cahya /SMNetwork /CN42 )

Let's block ads! (Why?)

http://www.suaramerdeka.com/news/detail/22241/Ulama-Ingin-Lakukan-Redefinisi-dan-Tafsir-Ulang-Praktik-Demokrasi

Bagikan Berita Ini

Related Posts :

0 Response to "Ulama Ingin Lakukan Redefinisi dan Tafsir Ulang Praktik Demokrasi"

Post a Comment


Powered by Blogger.