KLATEN, suaramerdeka.com- Geng motor klitih kembali kambuh dan beraksi pada Sabtu (14/4) dini hari. Setelah aksi mereka terakhir pada Oktober tahun lalu, kini mereka kembali mengamuk. Tiga pemuda yang sedang makan di warung angkringan Mbah Dipo, Jl Basin-Gayamprit, Desa Basin, Kecamatan Kebonarum luka parah disabet senjata tajam.
Salah seorang korban, Roby Asto Ramdani (21) warga Dusun/ Desa Basin, Kecamatan Kebonarum mengatakan kejadian bermula saat dirinya bersama tetangganya, Feri Tri Hadiyanto (22) dan Aria Ramadani (15) pada Jumat (13/4) mencari makan di warung angkringan timur desa pukul 03.30 WIB.
Saat asyik makan malam datang sekitar enam pemuda dengan berboncengan sepeda motor jenis matik. Menurutnya, setelah meminta rokok, para pelaku mulai marah-marah tanpa alasan yang jelas. ''Awalnya datang dan memaksa meminta rokok ,'' ungkap Roby, Minggu (15/4).
Namun para pelaku yang usianya masih muda meminta paksa ponsel miliknya dan milik Feri. Saat barang yang diminta tidak diberikan, para pelaku mengeluarkan senjata tajam jenis samurai, celurit dan gir bekas sepeda motor yang dipasang ke kayu.
Mereka juga mengambil uang dan rokok milik warung. Bahkan para pelaku menyerang dengan senjata tajam ke arahnya. Satu kali ayunan samurai mengenai lengan tangan kanannya dan sabetan gir mengenai ke lengan tangan kiri.
Para pelaku kemudian juga menyerang Feri dan Aria. Feri terkena sabetan samurai di lengan kanan dan Aria di punggung. Mendapat serangan tidak seimbang, dirinya bersama dua tetangganya itu menyelamatkan diri dengan lari ke sawah.
Patah Tangan
Setelah para pelaku pergi ke arah barat, kata Roby, mereka bertiga pulang, dilarikan ke UGD RS Dr Soeradji Tirtonegoro dan melaporkan kejadian itu ke Polsek. Roby dan Feri mendapat 10 jahitan di tangan. Feri harus dioperasi karena patah tangan kanan akibat terjatuh di sawah saat menyelamatkan diri.
Aparat Polsek Kebonarum dan Polres Klaten yang mendapat laporan kejadian itu langsung mendatangi lokasi. Sejumlah saksi dimintai keterangan petugas. Roby mengatakan sebelum kejadian tidak ada masalah dengan siapa pun. Para pelaku saat beraksi tidak membawa helm dan tidak mengenakan penutup muka.
Namun karena kondisi dini hari, wajah para pelaku tidak bisa dikenali dengan jelas. Selain mengamuk di warung angkringan, sebelumnya para pelaku mengamuk di Jl Yogya-Solo, Desa Kraguman, Kecamatan Jogonalan. Seorang warga dikabarkan luka ringan di jari tangan akibat sabetan senjata tajam.
Orang tua korban, Denik Iriyanti mengatakan keluarga menyerahkan kasus itu ke aparat berwajib. Sebelum kejadian dia meyakini anaknya tidak punya musuh. Anaknya hanya keluar mencari makan. ‘'Kami berharap diusut tuntas sebab meresahkan warga lain. Jangan sampai terus jatuh korban orang yang tidak tahu apa-apa, '' katanya.
Aksi geng motor ini sudah berulang-ulang. Aksi brutal mereka terakhir Oktober tahun lalu. Pada pertengahan bulan itu, mereka beraksi di Jl Yogya-Solo, Bendo, satu mobil dirusak; bahkan aksi Jl Stasiun Srowot, Jogonalan kelompok ini melempar dua bom molotov.
Sebelum aksi kemarin, pada akhir Oktober 2017 geng ini juga membancok dua warga Jl Kajoran-Wedi, Klaten Selatan. Menanggapi kasus yang terus terulang ini, Kapolres Klaten AKBP Juli Agung Pramono melalui Kasat Reskrim AKP Suardi Jumaing mengatakan kasus itu masih dalam penyelidikan jajarannya.
(Achmad Hussain /SMNetwork /CN40 )
http://www.suaramerdeka.com/news/detail/23246/Geng-Motor-Kambuh-Bacok-Tiga-WargaBagikan Berita Ini
0 Response to "Geng Motor Kambuh, Bacok Tiga Warga"
Post a Comment