Search

Masyarakat Mesti Jauhi Gaya Hidup Sedentari

BANDUNG, suaramerdeka.com- Masyarakat diharapkan tak terjebak dalam gaya hidup sedentari. Selain berpotensi menjadikan kurang produktif, akibat dari kurangnya aktivitas fisik itu bisa pula membuat sejumlah penyakit berat berdatangan.

"Seiring gaya hidup modern, gaya hidup sedentari memang jadi banyak dilakukan," kata Technical Marketing Advisor Fonterra Brands Indonesia, Rohini Behl di sela-sela kampanye "Anlene: Ayo Indonesia Bergerak" di Bandung, Minggu (15/4).

Mengutip Riset Kesehatan Dasar Kemenkes, sebanyak 21,4 persen penduduk Indonesia menjalani perilaku sedentari lebih dari 6 jam sehari. Dengan seperempat jumlah penduduk menjalani gaya hidup seperti itu, risiko terjadinya penyakit pun tak terhindarkan. Di antaranya stroke, penyakit jantung, san diabetes melitus.

Dijelaskan, kampanye "Ayo Indonesia Bergerak" yang merupakan inisiatif Anlene, merek unggulan Fonterra Brands merupakan bagian dari langkah untuk mengajak masyarakat bergerak aktif sekaligus menjaga kesehatannya termasuk fleksibilitas tulang, sendi, dan otot guna melawan gaya hidup sedentari.

Senior Nutrion Manager Fonterra Brands Indonesia, Ines Yumahana Gulardi menyarankan masyarakat untuk bergerak aktif minimal 30 menit sehari. Gerak itu bisa dilakukan 3-5 kali atau berdurasi 2,5 jam selama sepekan. "Jadi olahraga rutin, dan pola makan yang sehat dan seimbang jadi kunci," katanya.

Kampanye tersebut sebelumnya dilepas dari Yogyakarta yang digulirkan secara estafet dengan melibatkan pelari dan pesepeda. Diharapkan kegiatan tersebut dapat menginspirasi masyarakat bergerak secara lebih aktif. Rute kampanye sejauh 600 Km itu melewati Kebumen, Purwokerto, Ciamis, Bandung, Bogor, dan finish di Jakarta.

(Setiady Dwi /SMNetwork /CN41 )

Let's block ads! (Why?)

http://www.suaramerdeka.com/news/detail/23219/Masyarakat-Mesti-Jauhi-Gaya-Hidup-Sedentari

Bagikan Berita Ini

Related Posts :

0 Response to "Masyarakat Mesti Jauhi Gaya Hidup Sedentari"

Post a Comment


Powered by Blogger.