SOLO, suaramerdeka.com– Lagi, para pedagang kios di Pasar Batik Cendera mata sebelah utara Masjid Agung Surakarta, merasa terganggu dengan keberadaan para pedagang yang berjualan menggunakan mobil di sekitar pasar itu. Pedagang kios meminta Pemkot Surakarta menertibkan mereka dan mencarikan solusi terbaik.
“Pedagang mobil sering berjualan di sekitar Pasar Batik Cendera mata. Pada 2013 pedagang mobil sudah sering ditertibkan, namun belum membuat jera. Kami berharap ada tindakan yang lebih tegas dari pihak berwenang terkait masalah itu,” kata salah seorang pedagang di Pasar Cendera mata, Yanti, Rabu (4/4).
Pedagang bermobil, tidak ditarik retribusi, selain itu harga yang dijual juga relatif lebih murah dibanding pedagang yang berada di dalam kios. Dengan demikian pembeli lebih memilih pakaian di luar kios.
Pedagang lain, Agung mengatakan, kehadiran pedagang bermobil itu sangat disayangkan. Walau pun tidak banyak memberikan dampak besar bagi hasil jualannya, bakal berimbas pada pedagang lain yang baru membuka usahanya di pasar tersebut.
“Beberapa pedagang kios biasanya memiliki pelanggan tetap. Jadi setiap Senin dan Kamis pelanggan tersebut akan ramai mendatangi pedagang – pedagang kios yang menjadi langganannya. Namun bagi pedagang pakaian yang baru membuka usaha akan terkena dampaknya terhadap pedagang bermobil, perlu ada penertiban lagi” ujar Agung.
Kios Hibah
Disinggung penghibahan 43 kios baru dari Keraton kepada Pemkot, Agung tidak mempersoalkan masalah itu. Kios baru ini justru bisa menjadi solusi bagi pedagang bermobil untuk bersama-sama menjual dagangannya sesuai dengan aturan di pasar itu.
“Pedagang baru memang akan memengaruhi pedagang lama terkait pendapatan. Namun jika tetapa sabar, rezeki juga bakal datang dengan sendiri, selama tetap berusaha. Jika disediakan kios baru, lebih baik pedagang bermobil memanfaatkan kios tersebut untuk usahanya. Jadi tidak mengganggu pendapatan pedagang yang berada di dalam kios,” jelas Agung
Sementara itu, menghadapi musim Lebaran pada Mei mendatang, Agung mengatakan masih sepi pembeli. Namun kondisi ini hampir dirasakan semua pedagang pakaian di Kota Bengawan. Biasanya dalam dua bulan menjelang Idul Fitri beberapa pembeli sudah ramai memesan berbagai pakaian yang dijual.
“Kami rasa ada saatnya bakal ramai, berbeda dari tahun sebelumnya. Dua bulan sebelum Lebaran sudah banyak pembeli yang datang dan juga menghubungi kami lewat telepon. Namun tahun ini tidak seperti tahun sebelumnya,” ungkap Agung.
Menurutnya pedagang di Pasar Cendera mata menjual barang dagangannya secara grosiran, sehingga dalam sehari bisa menghasilkan pendapatan, satu hingga dua juta-an. Ketika hari Senin dan Kamis, pendapatan bisa Rp 15 – Rp 20 juta.
“Barang yang kami jual harus dibeli secara grosiran. Berbeda dengan Pasar Klewer yang jualannya bisa eceran. Namun omzet yang kami terima langsung kami belanjakan lagi untuk membeli pakaian – pakaian lain. Sehingga leba yang kami terima lebih kurang Rp 2 – Rp 3 juta-an,” katanya.
(M Ilham Baktora /SMNetwork /CN40 )
http://www.suaramerdeka.com/news/detail/22004/Pemkot-Didesak-Tertibkan-Pedagang-BermobilBagikan Berita Ini
0 Response to "Pemkot Didesak Tertibkan Pedagang Bermobil"
Post a Comment