BATANG, suaramerdeka.com - Lanjutan proyek pengecoran jalan tembus Bawang-Dieng, ruas Bintoromulyo-Bitingan, kemungkinan besar bakal tertunda setahun. Hal itu diungkapkan Ketut Mariadji, kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Batang, baru-baru ini.
''Usulan Pemkab Batang yang sudah melalui proses Musrenbang mulai dari tingkat Bakorwil hingga di Desk Bappeda Provinsi Jateng, tiba-tiba lenyap. Usulan itu nampaknya kalah dengan aspirasi anggota Dewan,'' jelasnya.
Ketut menambahkan bahwa Pemkab Batang mengusulkan satu proyek jembatan, dua proyek irigasi, dua proyek jalan termasuk di dalamnya adalah lanjutan pengerasan jalan atau pengecoran jalan tembus Bawang-Dieng, ruas Deles-Bitingan.
''Akhirnya jalan tembus Bawang-Dieng ruas Deles-Bitingan tertunda satu tahun. Padahal mestinya bisa diselesaikan tahun ini.''
Ketut menyatakan menolak melaksanakan lima proyek aspirasi anggota Dewan tersebut. Alasannya tidak bukan kewenangan DPUPR.
''Saya menolak melaksanakan aspirasi Dewan tersebut karena bukan kewenangan DPUPR. Saya minta untuk direalokasi. Untuk itu saya masih nunggu keputusan Pemprov Jateng.''
Sebagaimana diberitakan, jalan tembus Bawang-Dieng ruas Sigemplong-Bitingan sepanjang dua kilometer yang masih berujud tanah padas, rusak parah. Hal itu diakibatkan setiap hari puluhan truk pengangkut sayur dari wilayah Dataran Tinggi Dieng ke wilayah pantura melalui jalur tersebut.
Jalan tembus Bawang-Dieng memang sangat disukai oleh sopir truk sayur jurusan Jakarta, Bandung, Semarang, Kudus, Solo, dan sekitarnya. Sebab, jalur alternatif dari Desa Deles, Kecamatan Bawang, Batang hingga Dukuh Bitingan, Desa Kepakisan, Batur, Banjarnegara sepanjang delapan kilometer itu bisa memangkas waktu perjalanan hingga dua jam.
Sangat Disayangkan
Mohammad Ta'in, tokoh masyarakat Bitingan, Kepakisan, Batur, Banjarnegara menyatakan menyayangkan penundaan pengecoran jalan tembus Bawang-Dieng.
''Saya berharap pemerintah meneruskan pembangunan jalan tembus Bawang-Dieng. Sehingga, harga sayur mayur dari Dieng, seperti kentang, kobis, bawang daun, cabai bandung, carica, dll tidak terlalu mahal saat sampai di tangan konsumen di wilayah pantura atau di manapun juga,'' harapnya.
Sementara itu Wakil Ketua Paguyuban Masyarakat Peduli Pembangunan Batang-Banjarnegara (PMPPBB), Burhana Syukur, sangat menyayangkan jika proyek lanjutan pengecoran jalan tembus Bawang-Dieng tertunda tahun depan.
''Sangat disayangkan, sebab proyek pengecoran jalan tembus Bawang-Dieng itu tinggal sekitar empat kilometer lagi. Sekitar dua kilometer di wilayah Batang dan dua kilometer lainnya di wilayah Banjarnegara,'' katanya.
Untuk itu, dia minta jajaran instansi terkait dan DPRD Provinsi Jateng untuk tetap menganggarkan jalan tembus Bawang-Dieng.
''Berkali-kali saya suarakan di media massa bahwa Bawang-Dieng itu muliplier effect-nya luar biasa. Jalan itu bisa mendongkrak perekonomian warga yang tinggal di kawasan Dieng, baik di Banjarnegara maupun Batang. Sebab, jalan tembus itu selain untuk jalur evakuasi jika ada bencana di wilayah Dieng, juga untuk lalu lintas manusia dan barang, serta jalur pariwisata.''
(Ali Arifin /SMNetwork /CN39 )
http://www.suaramerdeka.com/news/detail/22464/Pengecoran-Bawang-Dieng-TertundaBagikan Berita Ini
0 Response to "Pengecoran Bawang-Dieng Tertunda"
Post a Comment