TEMANGUNG, suaramerdeka.com- Dari sebanyak 16 Sekolah Menengah Atas (SMA) baik negeri maupun swasta yang ada di Kabupaten Temanggung, tiga sekolahan hingga tahun ini belum mengikutkan siswanya dalam Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), sehingga masih melaksanakan Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP)
Hal tersebut diungkapkan salah seorang pengawas SMA dari Badan Pengendalian Pendidikan Menengah dan Khusus (BP2MK) Wilayah IV Jateng (Karisidenan Kedu) di Magelang, HR Suryanto, di sela-sela mengawasi pelaksanaan UNBK hari pertama di SMA PGRI Temanggung, Senin (9/4).
‘’Sampai dengan pelaksanaan tahun ini, masih ada tiga sekolah di Kabupaten Temanggung yang belum menyelenggarakan UNBK bagi para siswanya. Sehingga, keseluruhan SMA yang telah menyelenggarakan UNBK baru 13 sekolah,’’jelasnya.
Dari tiga SMA tersebut, sambungnya, dua sekolah hingga saat ini belum bisa menyelenggarakan UNBK lantaran mereka belum terakreditasi. Kemudian, satu SMA lagi dikarenakan sekolahan tersebut baru berdiri dua tahun lalu, sehingga belum memiliki siswa kelas XII sebagai peserta UNBK.
Di samping itu, Suryanto menambahkan, terdapat dua SMA yang meskipun para siswanya telah mengikuti UNBK, namun pelaksanaan ujian tersebut tidak digelar sendiri masing-masing sekolah bersangkutan. Melainkan, para siswa melaksanakan UNBK dengan menginduk ke SMA lain.
‘’SMA yang melaksanakan UNBK menginduk ke sekolah lain itu adalah SMA Miftakhul Mubtadiin Montessori Kaloran yang menginduk ke SMA Muhammasiyah I Temanggung, dan SMA Istikomah Tembarak yang melaksanakan UNBK dengan menginduk di SMA 1 Pringsurat,’’ujarnya.
Adapun dari 13 SMA yang melaksanakan UNBK 2018, selain SMA Miftakhul Mubtadiin Montessori Kaloran, SMA Muhammadiyah 1 Temanggung, SMA Istikomah Tembarak, dan SMA 1 Pringsurat adalah, SMA 1 Candiroto, SMA 1 Parakan, SMA 1 Temanggung, SMA 2 Temanggung, SMA 3 Temanggung.
Selanjutnya, SMA Harapan Bangsa Kaloran, SMA Islam Sudirman Tembarak, SMA Kristen Shekinah, SMA Islam Kandangan, SMA Bhakti Karya Kaloran, dan SMA PGRI Temanggung. Dari 13 SMA tersebut, total jumlah siswa yang mengikuti UNBK 2018 sebanyak 1.859 anak.
‘’Pada hari pertama pelaksanaan UNBK ini, untuk sementara kami belum menerima laporan adanya siswa yang membolos atau tidak mengikuti UNBK,’’tutur Suryanto.
Kepala SMA PGRI Temanggung, Joko Juwono, menyatakan, untuk melaksanakan UNBK yang baru kali pertama ini di sekolahnya, pihaknya mengeluarkan biaya kurang lebih Rp 150 juta. Yakni, untuk biaya pengadaan komputer, server dan jaringan internet, menyewa genset, dan perlengkapan lainnya.
‘’Meski UNBK ini dalam rangka melaksanakan program pemerintah sekaligus mengikuti perkembangan era komputer, namun kami tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah untuk menggelarnya,’’ujarnya.
Dari keseluruhan 155 siswa SMA PGRI Temanggung, siswa yang mengikuti UNBK sebanyak 45 siswa, terdiri atas 25 siswa jurusan IPA dan 20 siswa jurusan IPS. UNBK SMA berlangsung 9-12 April dengan materi bahasa Indonesia, bahasa Ingris, Matemetika dan pelajaran pilihan.
(Henry Sofyan /SMNetwork /CN19 )
http://www.suaramerdeka.com/news/detail/22575/Siswa-Tiga-SMA-Belum-UNBKBagikan Berita Ini
0 Response to "Siswa Tiga SMA Belum UNBK"
Post a Comment