SEMARANG, suaramerdeka.com - Sinergitas dijalin antara Direktorat Jendral Bea dan Cukai dengan Direktorat Jendral Pajak di Jawa Tengah dan DIY. Sinergitas ini dilakukan untuk mengoptimalkan penerimaan pajak, bea masuk, bea keluar, dan cukai.
Sebab dari target yang ditentukan pusat sebesar Rp 44,8 triliun ini agar cepat tercapai. Sehingga dibentuklah satuan tugas ini yang nantinya secara sinergi meliputi Joint Analysis, Join audit dan Join Investigation.
"Sinergi ini bertujuan untuk meningkatkan dan mengamankan penerimaan negara, serta meningkatkan pengetahuan sumber daya manusia," jelas Kepala Dirjen Bea dan Cukai Jateng dan DIY, Parjiya saat konferensi pers di kantornya, Jumat (13/4).
Dia menambahkan, dalam triwulan pertama, pihaknya sudah menerima pemasukan berupa bea masuk, keluar, dan cukai sebesar Rp 2,44 triliun. Pendapatan cukai terbesar masih berasal dari perusahaan rokok.
Sedangkan penindakan wajib pajak, lanjut Parjiya, sudah dilakukan. Diantaranya penindakan terhadap penangkapan alat angkut yang berisi 18 ton bahan baku textil.
"Kita tangkap beberapa waktu lalu dan kini masih dalam proses," tambahnya.
Kepala Direktorat Jendral Pajak Wilayah Jateng I l, Irawan mengatakan dengan sinergi ini pihaknya juga akan melakukan peningkatan sumber daya manusia dalam bidang perpajakan, kepabean dan cukai.
"Dengan populasi importir, eksportir di Jateng dan DIY mencapai 4.500 wajib pajak kita berharap target bea masuk,keluar dan cukai pada tahun 2018 ini dapat tercapai," tuturnya.
(Apit Yulianto /SMNetwork /CN42 )
http://www.suaramerdeka.com/news/detail/23032/Bentuk-Satgas-Optimalkan-Pendapatan-Pajak-dan-Bea-CukaiBagikan Berita Ini
0 Response to "Bentuk Satgas Optimalkan Pendapatan Pajak dan Bea Cukai"
Post a Comment