SLEMAN, suaramerdeka.com- Seni memiliki nilai dan keunikan tinggi. Seorang seniman dituntut memiliki daya imajinasi yang baik untuk menghasilkan sebuah karya seni mengagumkan. Tak hanya kayu saja yang dapat diukir, buah - buahan pun menjadi karya seni cantik dan unik di tangan para pekerja kuliner.
Tak hanya pandai dalam seni memasak, beberapa pekerja kuliner ternyata juga memiliki keahlian dalam mengukir buah hingga menjadi suatu karya seni dengan nilai yang setara dengan seniman lainnya.
Akhir pekan lalu (7/4), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menyelenggarakan Fruit Carving Competition dan Atrium Premiere Hotel Yogyakarta pun berpartisipasi dengan mengirimkan staff terbaik dari department Food and Beverage Product (FB kitchen), Alfian Setya Arifa.
"Dengan kemampuan dan keterampilan yang dimilikinya, Alfian mampu meraih juara 3 fruit carving competition kategori profesional," papar Senior Sales Executive Atrium Premiere Hotel Jogja Vivi Haryanto.
Kompetisi tersebut terbagi dalam 2 kategori, yaitu tingkat pelajar atau pemula dan tingkat profesional. Menurut Vivi, karya yang dibuat Alfian kali ini diberi judul 'Dunia Fantasi'.
Dengan mengukir butternut menjadi burung phoenix dan semangka menjadi bunga imajinasi, mampu memperkuat tema. Para penikmat seni diajak berfantasi melihat burung phoenix yang seolah-olah benar ada.
Karya seni ukir yang dibuat pegawai yang bekerja di hotel dengan alamat di Jalan Laksda Adisucipto nomor 157A itu terlihat hidup dengan posisi burung phoenix dan sayapnya yang terlihat selaras dengan mimik sang burung. "Ditelusuri lebih lanjut, burung phoenix atau dikenal juga dengan burung 'Hong' merupakan simbol dari hotel kami," kata dia.
Dengan kreasi dan imajinasi yang dimilikinya itu, lanjut dia, Alfian telah berhasil menunjukkan loyalitasnya dalam sebuah prestasi. Di usianya yang masih sangat muda, Alfian patut berbangga hati karena berhasil menyisihkan peserta lainnya yang lebih senior darinya.
Para peserta fruit carving competition harus mampu memanfaatkan waktu seefisien mungkin. Kategori pemula diberikan waktu selama 3 jam untuk menyelesaikan hasil karyanya. Sedangkan kategori profesional diberikan waktu 5 jam untuk menunjukkan hasil terbaiknya.
(Gading Persada /SMNetwork /CN41 )
http://www.suaramerdeka.com/news/detail/22954/Burung-Hong-dari-Atrium-Premiere-Hotel-JogjaBagikan Berita Ini
0 Response to "Burung Hong dari Atrium Premiere Hotel Jogja"
Post a Comment