Search

Guru Ngaji yang Bawa Sabu Gagal Berangkat Umrah

SEMARANG, suaramerdeka.com- Agung Rukiyanto (47) seorang pengajar di Pondok Pesantren Takmirul Islam di Surakarta, seharusnya hari ini (9/4) berangkat umrah ke tanah suci. Namun karena dia tertangkap petugas BNNP Jateng membawa 10 gram sabu, mimpi itupun gagal.

"Iya rencana akan berangkat tanggal 9, hari ini," kata Agung saat gelar perkara di kantor BNNP Jateng, Jalan Madukoro, Semarang, Senin (9/4).

Agung mengaku, sebenarnya dia sudah berhenti mengonsumsi sabu sejak 2002 silam. Namun karena diajak teman lamanya kembali menghisap sabu, dia pun mau. Dia mengaku sudah dua kali memesan sabu dan dihisap bersama rekannya.

"Dua kali pesan di Bejo (DPO), dan saat akan pesan ketiga kali, malah Bejo menawari saya sabu gratis, tapi syaratnya mau ambil sabu di Sragen," tandasnya.

Lantas Agung pun mengiyakan tawaran tersebut. Terlebih Bejo yang diketahui berdomisili Kaliurang, Yogyakarta itu berjanji akan memberikan imbalan sebesar Rp 1 juta.

"Saya kenal Bejo itu dari teman lama saya itu," ucap Agung yang selain mengajar juga sering memberikan tauisah.

Seperti diketahui, Dua orang pria yang diduga kurir narkoba jenis sabu dibekuk petugas BNNP Jawa Tengah, di Pertigaan Pungkruk, Jalan Raya Sukowati KM 4, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen. Dari tangan pelaku ditemukan barang bukti sabu seberat 10 gram.

Ironisnya, pelaku yang diketahui bernama Agung Rukiyanto (47) merupakan seorang pengajar ngaji di Pondok Pesantren Takmirul Islam di Surakarta. Dia ditangkap bersama rekannya, Sriyono (53) warga Pringgading, Setabelan, Surakarta.

(Apit Yulianto /SMNetwork /CN33 )

Let's block ads! (Why?)

http://www.suaramerdeka.com/news/detail/22527/Guru-Ngaji-yang-Bawa-Sabu-Gagal-Berangkat-Umrah

Bagikan Berita Ini

Related Posts :

0 Response to "Guru Ngaji yang Bawa Sabu Gagal Berangkat Umrah"

Post a Comment


Powered by Blogger.