SRAGEN, suaramerdeka.com -Meski masih bergantung kepada pupuk anorganik, tapi para petani di Sragen sudah mulai menggunakan pupuk organik. Pupuk ini bisa menjaga tingkat kesuburan tanah di Bumi Sukowati sehingga dinilai masih bagus.
Kepala Dinas Pertanian Pemkab Karanganyar Eka Rini Mumpuni Titi Lestari mengatakan di selatan Bengawan Solo, belum ada penurunan signifikan terhadap kesuburan tanah, karena banyak masyarakat memanfaatkan pupuk organik. Namun, bila pemakaian pupuk organik ditinggalkan, waktu dua-tiga tahun ke depan, tentunya kadar hara atau pun kesuburan tanah terganggu.
Eka Rini mencontohkan, bila biasanya petani menggunakan pupuk 500, tetapi pada saat ditanam dengan pupuk 500 produksinya tidak maksimal tentunya petani menambah porsi pupuknya supaya hasilnya bisa maksimal. Semakin tinggi tingkat anorganiknya tentunya kesuburan tanah bisa semakin turun.
Menurut dia, antara wilayah utara dan selatan aliran Bengawan Solo memiliki karakteristik berbeda. Di selatan relatif lebih subur, sedang di utara lebih banyak kapur. Dinas Pertanian (Distan) menganjurkan, petani tidak hanya menggunakan pupuk anorganik saja, tetapi pupuk organik. Sekarang ini, terdapat sekitar 300-350 hektare, areal persawahan organik di Sragen.
(Basuni Hariwoto /SMNetwork /CN34 )
http://www.suaramerdeka.com/news/detail/22963/Pertanian-Organik-untuk-Jaga-KesuburanBagikan Berita Ini
0 Response to "Pertanian Organik untuk Jaga Kesuburan"
Post a Comment