WASHINGTON DC, suaramerdeka.com -Amerika Serikat “sangat yakin” bahwa pemerintah Suriah melancarkan serangan senjata kimia minggu lalu di kota Douma, dan bertekad dunia Barat akan membalasnya, dan semua opsi masih dipertimbangkan.
Walaupun cuitan-cuitan Presiden Trump permulaan minggu ini bahwa serangan rudal akan segera dilancarkan, Gedung Putih, Departemen Luar Negeri dan Departemen Pertahanan masih berhati-hati, dan menekankan pentingnya memastikan bahwa serangan senjata kimia itu memang dilancarkan oleh pemerintahan Presiden Bashar al Assad.
Hari Jumat malam, (13/4) Presiden Donald Trump mengatakan di Gedung Putih bahwa AS telah menyerang sasaran di Suriah, Sabtu dini hari waktu setempat.
Departemen luar negeri Amerika mengatakan, pemerintah Amerika kini sudah punya bukti yang pasti. “Kami bisa mengatakan bahwa pemerintah Suriah berada dibalik serangan itu,” kata juru bicara Heather Nauert.
“Kami tahu bahwa yang digunakan di Suriah itu adalah senjata kimia,” kata Nauert. Tapi kami masih menyelidki jenis atau campuran untuk membuat senjata kimia itu, tambahnya.
Meskipun yakin, para pejabat Amerika tetap waspada, dan memperingatkan walaupun penggunaan senjata kimia oleh Suriah tidak bisa diterima, masih banyak lagi yang dipertaruhkan mengingat dukungan yang diperoleh Suriah dari Moskow.
“Ini seperti permainan catur dan orang-orang Rusia sedang meningkatkan tekanan, seorang pejabat Amerika mengatakan kepada VOA . Permainan mereka kotor, tambah pejabat itu, dan kita perlu memikirkan dua atau tiga langkah ke depan.”
Mempersulit tiap tindakan Amerika adalah kehadiran pasukan Rusia dan Iran di Suriah. Seorang pejabat mengatakan detasemen-detasemen asing itu telah “berkembang dan matang” sejak Amerika melakukan serangan udara terhadap pemerintah Suriah bulan April lalu setelah serangan gas sarin di kota Khan Khanikun yang dikuasai pemberontak.
(VOA /CN33 )
http://www.suaramerdeka.com/news/detail/23106/AS-Klaim-Punya-Bukti-Suriah-dan-Rusia-di-Balik-Serangan-Gas-SarinBagikan Berita Ini
0 Response to "AS Klaim Punya Bukti Suriah dan Rusia di Balik Serangan Gas Sarin"
Post a Comment