Search

Standar Halal Industri Farmasi Masih Jadi Tantangan

BANDUNG, suaramerdeka.com- Penerapan standar halal di industri farmasi masih menjadi tantangan. Pasalnya, bahan baku farmasi masih harus impor dengan porsi mencapai 95 persen.

Menurut Dirut PT Bio Farma, M Rahman Roestan, kondisi tersebut jadi kritikal bagi industri farmasi guna meraih kehalalan, sehingga membutuhkan dukungan pasokan yang bisa mendukung standar tersendiri.

Meski demikian, pihaknya tetap mendorong terealisasinya standar halal tersebut. Di antaranya melalui pelibatan ulama dalam proses produksi. "Sebaiknya, pada saat proses awal, seperti riset dan pengembangan sudah didampingi ulama, sehingga terjadi sinergi dan harmonisasi halal di negara Islam untuk vaksin dan obat-obatan sudah," katanya, dalam keterangan yang diterima, Selasa (10/4).

"Kami sendiri beberapa kali mengundang ulama untuk melihat langsung proses produksi, melakukan review produk baru dengan melibatkan ulama," imbuh Rahman Roestan.

Rahman menjelaskan, bahwa secara umum, konsep halal farmasi tidak lepas dengan konsep cara pembuatan obat yang baik atau Good Manufacturer Practice (GMP), yang diatur melalui Badan POM dan aturan International dari badan kesehatan dunia (WHO).

Sebagai BUMN di negara Islam dan negara berkembang, mencapai standar halal harus dilakukan seiring dengan jaminan kemandirian dan ketersediaan vaksin, serta menyampaikan tantangan implementasi jaminan produk halal untuk industri farmasi.

(Setiady Dwi /SMNetwork /CN40 )

Let's block ads! (Why?)

http://www.suaramerdeka.com/news/detail/22702/Standar-Halal-Industri-Farmasi-Masih-Jadi-Tantangan

Bagikan Berita Ini

Related Posts :

0 Response to "Standar Halal Industri Farmasi Masih Jadi Tantangan"

Post a Comment


Powered by Blogger.