SOLO, suaramerdeka.com- Sebagian warga Mojosongo mengeluhkan bau tak sedap di kawasan permukiman setempat yang diduga bersumber dari TPA Putri Cempa. "Sudah seminggu ini bau terus. Biasanya baunya menyengat pada siang hari," ungkap salah seorang warga, M Ishaan, Selasa (10/4).
Penghuni Perumahan Puncak Solo ini mengaku terganggu dan heran, mengingat jarak antara rumah dan kompleks TPA relatif jauh. "Sekitar lima kilometer," tambahnya.
Ishaan mengungkapkan, bau tak sedap itu mengganggu aktivitas warga. "Biasanya bau TPA Putri Cempa memang sampai ke sini, tapi hanya sekilas saja kemudian hilang. Nah, kali ini baunya tercium terus-menerus dan sudah sangat mengganggu," keluhnya.
Warga lain Yonatan juga mengeluhkan masalah serupa. "Dulu biasanya bau itu tercium saat hujan saja. Sekarang malah tiap hari. Tidak ada hujan, tidak ada angin tetap bau," tutur dia.
Keduanya berharap, instansi terkait bisa menindaklanjuti masalah ini secepatnya. "Mungkin ada kesalahan dalam pengelolaannya. Kami mohon bisa segera diatasi," kata Ishaan.
Kepala Pengelola TPA Putri Cempa, M Pramujo, bakal mengecek guna memastikan sumber bau tersebut. "Akan kami cek dulu. Apakah memang bau busuk atau bau seperti biasa," katanya.
Pramujo menambahkan, selama ini pihak pengelola belum mendapat keluhan serupa dari warga. Meski demikian, ia menjanjikan untuk memastikan sumber bau yang dikeluhkan warga tersebut. Jika diketahui sampah TPA bermasalah, langkah antisipatif akan ditempuh agar bau tak sedap tidak lagi mengganggu warga.
Selama ini pengelolaan sampah di TPA Putri Cempa masih menggunakan sistem open dumping. Upaya pengelolaan sampah melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) masih diupayakan Pemkot Surakarta bersama PT Solo Citra Metro Plasma Power (SCMPP).
(Agustinus Ariawan /SMNetwork /CN40 )
http://www.suaramerdeka.com/news/detail/22705/Warga-Keluhkan-Bau-Sampah-TPABagikan Berita Ini
0 Response to "Warga Keluhkan Bau Sampah TPA"
Post a Comment