Search

PKL Pasang Spanduk Penggusuran Tanpa Solusi

SOLO, suaramerdeka.com- Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan KH Maskur, Jebres, Solo menolak rencana Pemkot Surakarta menggusur mereka dengan menggelar spanduk ‘’Kami Menolak Penggusuran Tanpa Solusi’’, Minggu kemarin. Mereka bakal bertahan karena penggusuran tidak disertai solusi bagi mereka.

‘’Kami bakal tetap bertahan dilahan tersebut, kami menolak digusur karena tanpa solusi yang jelas. Pedagang bergeming sebelum aspirasi kami didengar Pemkot,’’ kata koordinator PKL, Maryono, Minggu (25/3).

Dia mengatakan sosialisasi telah dilakukan pada Januari lalu. Lalu pada 19 Maret 2018, beberapa pedagang diundang untuk disosialisasikan sekaligus penetapan waktu bongkar pada awal April harus sudah bersih.

‘’Audiensi kali pertama di kantor Satuan Polisi Pamong Paraja (Satpol PP). Sayangnnya undangan tersebut ditujukan hanya segelintir orang saja, jadi tidak semua pedagang, sehingga pedagang tidak berani mengaspirasikan suaranya karena pertemuan tersebut hanya sedikit orang,’’ katanya.

Menurut Maryono, penertiban itu tidak dilakukan pada PKL di sepanjang pagar sisi barat Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ), namun pedagang di Jalan Ki Hajar Dewantara dan PKL di depan pagar Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Solo.

‘’Kami meminta pemkot untuk mempertimbangkan penggusuran itu. Kami membangun usaha itu tidak langsung ramai seperti sekarang. Butuh proses panjang untuk dikenal pembeli bahwa kami berjualan di tempat itu,’’ katanya.

Bertemu DPRD

Maryono menyatakan, pihaknya bersama 15 PKL lainnya telah bertemu dan menyurati DPRD pada 11 Maret 2018 lalu. Dalam pertemuan itu Maryono menginginkan DPRD ikut membantu menyuarakan aspirasi dengan mengedepankan audiensi.

’’Mereka menerima kedatangan kami, namun DPRD belum bisa menentukan pertemuan kami kepada Pemkot untuk pengaduan lahan kami yang bakal digusur April mendatang,’’ katanya.

Hingga kini pihaknya berupaya menyatukan kembali PKL di sepanjang jalan tersebut. Sebelumnya mereka sudah memiliki wadah komunitas, namun karena lama tidak ada kegiatan akhirnya komunitas pedagang tersebut hilang.

Rencananya lahan di sepanjang Jalan KH Maskur bakal dimanfaatkan menjadi pedestarian dan taman untuk memperindah Kota Bengawan. Penggusuran PKL menjadi salah satu opsi untuk merealisasikan program tersebut.

‘’Jika benar dijadikan taman kota, kami sebagai pedagang melihat taman tersebut taman yang mati. Karena banyak orang-orang yang tergusur tanpa mendapat solusi dan terlunta -lunta karena lahan penghidupannya hilang,’’ ungkapnya.

Pihaknya berharap, Pemkot bisa menyambut baik aspirasi yang bakal mereka sampaikan. Berdagang di kawasan itu, kata Maryono, satu-satunya sumber penghasilan untuk menghidupi anak dan keluarga.

‘’Kami meminta ada solusi yang baik dari Pemkot untuk memberikan tempat berjualan yang menguntungkan. Jika digusur, kami tidak bisa menghidupi keluarga kami yang berada di sini,’’ kata Maryono.

(M Ilham Baktora /SMNetwork /CN40 )

Let's block ads! (Why?)

http://www.suaramerdeka.com/news/detail/20747/PKL-Pasang-Spanduk-Penggusuran-Tanpa-Solusi

Bagikan Berita Ini

Related Posts :

0 Response to "PKL Pasang Spanduk Penggusuran Tanpa Solusi"

Post a Comment


Powered by Blogger.