JAMBI, suaramerdeka.com- Setelah melalui proses yang panjang dan melelahkan, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) akhirnya secara resmi memulai pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Provinsi Jambi. Bersama lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) United Nations Development Programme (UNDP), BAZNAS melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek pengentasan kemiskinan berbasis zakat tersebut di Desa Lubuk Bangkar, Kecamatan Batang Asai, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi, Jum'at siang.
Wakil Ketua Baznas, Dr Zainulbahar Noor SE MEc pada acara tersebut mengatakan, perlu waktu sembilan jam menuju lokasi di desa terpencil yang lama merindukan listrik itu dari Kota Jambi tersebut.
"Medannya berat. Jalur perbukitan, hutan serta perkebunan sawit dan karet ini, hanya bisa dilalui kendaraan bergardan ganda, karena sebagian jalan masih berupa tanah, aspal berlubang yang dimakan abrasi dan kerap terancam longsor saat musim hujan. Disisi lain akses listrik sangat penting untuk mendukung pengentasan kemiskinan dan mengurangi kesenjangan pembangunan. Ketika listrik dapat dinikmati masyarakat maka akan memberi perbaikan ekonomi, pendidikan dan kesehatan. Karena itulah, Baznas berkomitmen menyalurkan dana Rp 4,8 Milyar membangun PLTMH sebagai bagian dari upaya mengentaskan kemiskinan di negeri ini,” ujar Zainulbahar.
Zainulbahar yang pendiri dan Dirut pertama Bank Muamalat tersebut menjelaskan, program pemberdayaan asnaf fakir-miskin berbasis listrik ini, merupakan dukungan pertama dana zakat untuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia, dan bahkan di dunia. “Ini sekaligus sebagai implementasi pencapaian SDGs. Langkah BAZNAS ini merupakan dukungan pertama dana zakat untuk SDGs di Indonesia, dan bahkan di dunia," kata dia.
Selain Baznas, imbuh dia, lembaga-lembaga terkait juga memberikan dukungan pembiayaan, salah satunya adalah Bank Jambi yang berkomitmen menyalurkan dana corporate social responsibility (CSR) sebesar Rp 3,76 miliar.
Hal senada dikemukakan Wakil Direktur UNDP Indonesia, Francine Pickup. “Pembangunan PLTMH ini merupakan bukti nyata pertama kerja sama UNDP dan Baznas dalam pembiayaan inovatif zakat untuk pembangunan berkelanjutan,” kata Francine.
Francine berharap, akses terhadap energi listrik ini dapat mendukung pengentasan kemiskinan dan menyejahterakan masyarakat dalam rangka pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya tujuan nomor satu yaitu “bebas kemiskinan”, dan tujuan nomor tujuh yakni “energi bersih dan terjangkau”.
Di tempat yang sama, Sekretaris Dirjen EBTKE KemenESDM, Drs Wawan Supriatna MPd menambahkan, pembangunan pembangkit listrik ini akan meliputi satu unit PLTMH baru di Desa Lubuk Bangkar, Kecamatan Batang Asai, Kabupaten Sarolangun dan revitalisasi tiga unit PLTMH di Desa Ngaol, Desa Air Liki dan Desa Air Liki Baru, Kecamatan Tabir Barat, Kabupaten Merangin.
“Pembangunan ini merupakan bagian dari proyek MTRE3, di mana UNDP dan Kementerian ESDM menyediakan akses listrik dengan memanfaatkan energi baru terbarukan (EBT). Satu PLTMH yang baru direncanakan akan beroperasi pada Agustus 2018, dengan kapasitas 60 kW yang akan memberikan akses listrik kepada 283 rumah tangga, dua sekolah, satu masjid dan empat mushala serta infrastruktur desa lainnya. Sementara tiga PLTMH lain yang direvitalisasi direncanakan beroperasi penuh pada Juli 2018, dengan kapasitas masing-masing sebesar 40 kW akan memberikan akses listrik bagi 523 rumah tangga, lima sekolah, tiga masjid, 15 mushala, satu pesantren dan infrastruktur desa lainnya," pungkas Wawan.
(Hartono Harimurti /SMNetwork /CN40 )
http://www.suaramerdeka.com/news/detail/22438/Baznas-Salurkan-Rp-48-M-Bangun-PLTMH-di-JambiBagikan Berita Ini
0 Response to "Baznas Salurkan Rp 4,8 M, Bangun PLTMH di Jambi"
Post a Comment