SEMARANG, suaramerdeka.com - Usaha menghidupkan kembali Bangunan Cagar Budaya (BCB) di Kawasan Lama Semarang terus berlanjut.
Terkini, menghidupkan sisi selatan Gedung PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) yang selama ini tidak difungsikan.
Gedung yang berada di belakang Gereja Blenduk ini akan direvitalisasi dan dijadikan rumah promosi Industri Kecil Menengah (IKM), atau Geleri Industri Kreatif.
Akan ada tujuh jenis industri yang mengisi geleri itu, di antaranya fashion, kuliner, kerajinan tangan, furnitur, pakaian jadi, dan periklanan.
Hal tersebut ditandai dengan penandatangan kerja sama antara Pemkot Semarang, PT PPI serta PT BNI di Kantor PT PPT, Jl Letjen Suprapto, Kawasan Kota Lama, Kamis (15/3).
Salah satu isi kerja sama, tentang penyerahan dan pemanfaatan layanan jasa perbankan dalam transaksi pada Geleri Industri Kreatif.
''Kementerian Perindustrian, PT PPI, Pemprov Jateng, BNI mensinergikan bangunan-bangunan yang ada di Kota Lama, khususnya milik PT PPI. Gedung ini akan dioptimalkan menjadi rumah promosi IKM, atau Geleri Industri Kreatif,'' ujar Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, kemarin.
Dengan adanya Galeri Industri Kreatif ini, wisatawan asing maupun dosmetik yang datang, tidak perlu jauh-jauh mencari buah tangan.
Pasalnya di Kawasan Peninggalan Pemerintah Belanda ini sudah tersedia. Bila Semarang punya Kreatif Galeri hasil sinergi Telkom, Pemkot dan BNI, Jateng punya Galeri Industri Kreatif.
Karena Kementerian Perindustrian dan PT PPI sudah menyerahkannya, maka pemkot yang akan mengelolanya. Tetapi, tidak mudah, karena sifatnya sewa pinjam pakai.
Lantaran bukan aset kota, pemkot menggandeng BNI untuk pendanaan konservasi dan sistem manajemen keuangan.
"Revitalisasi dibantu BNI sebesar Rp 1 miliar, termasuk sistem manajemen dan pengelolaan keuangan.
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mendengung-dengungkan Semarang masuk dalam smart city. Transaksi diupayakan secara cashless," imbuh Ita yang juga merupakan Ketua Badan Pengelolaan Kawasan Kota Lama (BPK2L) Semarang.
Sementara itu, Direktur Teknik Umum dan Pengembangan PT PPI, Bagja Ardi Mustawan menuturkan, kerja sama ini untuk mengoptimalkan aset yang dimiliki PT PPI seiring dengan pengembangan Kota Lama. Tempat yang dipakai seluas 2.000 meter persegi, terdiri dari empat gedung.
''Kami ingin mendukung industri kecil Jateng agar mampu menghasilkan produk-produk yang berkualitas. Nantinya bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Kalau bisa juga dipasarkan ke market internasional, atau ekport. Kerja sama ini berdurasi lima tahun,'' tambah Bagja Ardi, kemarin.
Dia menambahkan, di Indonesia ada sekitar 526 titik aset milik PT PPI, termasuk di Semarang. Pemanfaatannya fokus kepada operasional saja.
Kalau ada yang bisa dioptimalkan, PT PPI siap bekerja sama dengan pihak lain seperti saat ini. Sebelumnya, gedung ini memang kosong.
(Hendra Setiawan /SMNetwork /CN34 )
http://www.suaramerdeka.com/news/detail/19575/Gedung-PPI-Kota-Lama-Disulap-Jadi-Galeri-IndustriBagikan Berita Ini
0 Response to "Gedung PPI Kota Lama Disulap Jadi Galeri Industri"
Post a Comment