SEMARANG, suaramerdeka.com- Sebanyak dua unit kontainer atau 40 meter kubik kayu merbau berhasil diekspor perdana dengan tujuan Amerika Serikat oleh perusahaan kayu merbau di Semarang, CV. Indo Jati Utama, Senin (19/3). Secara simbolis pengiriman kayu olahan asal Papua ke luar negeri tersebut diresmikan dengan pemecahan air kendi di bagian depan truk oleh Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Bidang Energi, Budoyo dan Sekda Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono di pabrik CV. Indo Jati Utama di Jalan Plamongansari KM 1, Pedurungan.
Direktur Utama CV. Indo Jati Utama, Gunawan Budi Kentjana mengatakan, dua kontainer masing-masing mengangkut 20 meter kubik olahan kayu merbau untuk flooring dan decking. Nilai ekspor olahan kayu tersebut menyentuh angka Rp 1 miliar.
"Kita produksi satu bulan itu kira-kira 30 kontainer. Satu kontainer isi 20 meter kubik. Tapi, kalau pasa lagi ada order banyak, dan dikerjakan lembur per bulan sampai 40 kontainer," katanya, usai acara peresmian ekspor perdana produk kayu olahan melalui Sistem Indonesia Timber Exchange (ITE), E-Commerce berbasis V-Legal ke Amerika Serikat.
Pihaknya memasarkan paling banyak ke luar negeri, yaitu 60 persen ke Australia, New Zealand, 30 persen ke China, dan 10 persen ke India, Korea dan Eropa.
Dikatakan Gunawan, Pasar Amerika sebenarnya pasar yang susah ditembus. Namun saat perusahaan bergabung ke E-Commerce, hanya berselang seminggu, mampu mengekspor ke negeri Paman Sam.
Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Budoyo mengatakan, Bursa Kayu Indonesia On Line (Indonesian Timber Exchange E-Commmerce) adalah sebuah sistem pemasaran berbasis on line untuk produk kayu olahan, diharapkan dapat mempromosikan Sistem Verifikasi Legalitas Kayu Indonesia (SVLK) sekaligus meningkatkan ekspor. Keberhasilan Indonesia di dalam perjanjian sukarela FLEGT VPA dengan Uni Eropa harus menjadi momentum untuk memperluas pasar ekspor produk kayu Indonesia.
"Terpilihnya Amerika Serikat menjadi tujuan ekspor perdana dengan menggunakan sistem ITE tersebut patut disambut hangat karena Amerika Serikat saat ini menempati posisi penting dengan masuk dalam 5 besar tujuan ekspor produk perkayuan Indonesia,"imbuhnya.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) , Indroyono. Soesilo menjelaskan bahwa anggota APHI merupakan bagian dari mata rantai penting di sektor kehutanan Dalam rangka mensinergikan Sistem Informasi Pengelolaan Hutan Produksi Lestari (SI-PHPL) APHI bekerjasama dengan PNORS Technology Group saat ini mengembangkan pilot Indonesia Timber Exchange (ITE) E-Commerce (Bursa Kayu Indonesia secara On Line).
“Tujuan dari program ITE yang tersinergi dengan SI-PHPL adalah untuk memfasilitasi perdagangan produk hasil hutan Indonesia secara on line antara produsen dan pembeli (business to business) secara langsung, sehingga diperoleh margin yang lebih baik” pungkas Indroyono.
(Yulianto /SMNetwork /CN41 )
http://www.suaramerdeka.com/news/detail/19979/Produk-Olahan-Kayu-Merbau-Asal-Semarang-Tembus-Pasar-Amerika-Berkat-ITEBagikan Berita Ini
0 Response to "Produk Olahan Kayu Merbau Asal Semarang Tembus Pasar Amerika Berkat ITE"
Post a Comment