BREBES,suaramerdeka.com- Rasa kebersama tercermin dalam acara deklarasi anti berita hoax dan Pemilihan Gubernur (Pilgub) damai, yang digelar Polres Brebes, Jumat pagi (16/3). Namun deklarasi kali ini cukup unik, pasalnya tak hanya mengucapkan ikrar, tetapi ratusa peserta diajak untuk menyusuri perkambungan dan sawah. Mereka pun berjalan sambil menggedong kambing dan membawa kelapa.
Praktis, kegiatan yang dibalut dalam acara outbound peserta deklarasi itu pun memancing perhatian masyarakat yang dilaluinya. Ya, cara itu segaja diterapkan jajaran Polres Brebes sebagai upaya mengajak kebersamaan dalam melawan berita hoax yang telah meresahkan dan menjaga situasi damai jelang dan sesudah pelaksanaan Pilgub Jateng.
Sedikitnya 400 orang peserta ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari berbagai unsur, mulai dari anggota Polisi, TNI, ulama, organisasi masyarakat, organisasi keagamaan hingga anggota pramuka. Dari ratusan peserta itu, terbagi dalam 20 kelompok.
Selama menyusuri rute yang telah ditentukan, dari setiap kelompok itu diwajibkan membawa kambing dan 10 buah kelapa. Mereka menyusuri rute sejauh 5 kilometer. Daerah yang mereka lintasi, bukan hanya jalan raya, tetapi perkampungan dan persawahan. Untuk menjaga kebersamaan, setiap kelompok juga dibekali 20 sedotan. Itu dilakukan untuk alat meminum air kelapa ketika peserta haus di perjalanan.
Kapolres Brebes, AKBP Sugiarto mengatakan, jika outbound itu digelar untuk menunjukan kebersamaan, kerukunan dan persatuan menjelang penyelenggaraan Pilgub jateng. Barang yang dibawa peserta itu tidak lain adalah simbol. Di mana, menjaga sebuah barang yang di bawa harus bekerjasama dan gotong-royong. Itu seperti halnya dalam menjaga keutuhan sebuah bangsa atau daerah harus bekerjasama dan bergotong-royong satu sama lainnya.
"Jadi, kegiatan ini kami gelar tidak lain untuk memupuk kebersamaan satu sama lain. Terutama, dalam memerangi berita hoax dan menjelang Pilgub Jateng," ungkapnya.
Menurut dia, berita hoax keberadaannya saat ini sangat meresahkan masyarakat. Diharapkan, melalui outbound kebangsaat itu masyarakat umum bisa bersama-sama dalam menjaga dan mencegah agar tidak ada penyebaran berita hoax. "Apalagi, saat ini jika ada warga yang disengaja menyebarkan berita hoax akan dikenakan sanksi. Jadi, saya ingatkan kepada warga untuk tidak sembarangan dalam penyebaran berita yang belum tahu kebenarannya," tandasnya.
Bupati Brebes, Idza Priyanti, menyambut baik adanya kegiatan yang dilaksanakan Polres Brebes tersebut. Dengan kegiatan itu, diharapkan bisa memberikan wawasan kepada masyarakat agar tidak mudah percaya dengan berita hoax. "Saya harap masyarakat lebih bijak lagi dalam menyaring dan menyimpulkan sebuah berita yang belum tentu kebenarannya," jelasnya.
Sementara, Kepala Kejaksaaan Negeri Brebes, Transiswa Adhi meminta, masyarakat untuk tidak menyebar berita hoax, karena penyebar berita bohong bisa dipidanakan. "Bisa kena pidana kalau menyebarkan berita hoax. Untuk itu, saya minta masyarakat agar lebih berhati-hati dan menyaring semua informasi yang didapatnya," kata dia.
(Bayu Setiawan /SMNetwork /CN38 )
http://www.suaramerdeka.com/news/detail/19858/Ratusan-Peserta-Susuri-Sawah-Sambil-Bawa-Kambing-dan-KelapaBagikan Berita Ini
0 Response to "Ratusan Peserta Susuri Sawah Sambil Bawa Kambing dan Kelapa"
Post a Comment