SEMARANG, suaramerdeka.com- Pembobolan perbankan di Indonesia yang kesekian kalinya, menurut Direktur Indonesia eFraud Watch (IEW), Dr Solichul Huda, dengan modus menyain data ATM, sudah barang tentu membuat kekhawatiran nasabah bank. Apalagi, pembobolan ATM ini terjadi tidak hanya pada bank pemerintah, tapi juga swasta. Kondisi ini diperparah dengan terlibatnya warga negara asing dalam pembobolan ATM ini. Fakta ini, ujar dia, menunjukkan masih adanya teror dalam bidang cyber crime.
"Kalau yang membobol ATM merupakan warga lokal masih bisa tenang. Namun begitu ada WNA yang terlibat. Semua pihak yang berkompeten harus ikut berkontribusi di sini untuk mengamankan sistem elektronik yang ada di Indonesia. IEW juga akan power full untuk membantu merancang keamanan sistem global, sehingga kejadian seperti ini tidak terjadi lagi," ungkap dia.
Di sisi lain, pihaknya mengapresiasi Bank BRI yang mau mengembalikan kerugian yang menimpa nasabah ini. Memang penyelenggara sistem elektronik wajib bertanggungjawab dengan keamanan dari sistem yang diselenggarakan. "Ada baiknya Badan Siber dan Sandi Negara juga memperhatikan kejadian ini, sehingga bisa memberikan analisis dan hasilnya diberikan ke semua instansi baik pemerintah maupun masyarakat secara umum," imbuh dia.
(Zakki Amali /SMNetwork /CN40 )
http://www.suaramerdeka.com/news/detail/19874/Pembobolan-Perbankan-Bukti-Masih-Adanya-Teror-Cyber-CrimeBagikan Berita Ini
0 Response to "Pembobolan Perbankan Bukti Masih Adanya Teror Cyber Crime"
Post a Comment