SOLO, suaramerdeka.com– Hari ini, pembangunan jalan layang Manahan di Jalan Dr Moewardi Solo akan dimulai. Kontraktor berjanji untuk meminimalkan kebisingan akibat pengerjaan proyek yang diperkirakan akan rampung selama delapan bulan itu.
"Rencananya Senin (19/3) malam, alat-alat sudah masuk (ke lokasi proyek). Setelah itu dilakukan perakitan dan diikuti pengeboran," kata manajer proyek dari PT Yasa Patria Perkasa, Edi Nur Rahmad, Minggu kemarin.
Pengeboran dimaksudkan untuk memasang fondasi jalan layang. "Kami menggunakan bore pile, sehingga tidak terlalu menimbulkan kebisingan. Beda dengan pemasangan tiang pancang beton," jelasnya.
Pelaksana proyek bakal menguji setiap item pekerjaan untuk meminimalkan dampak terhadap lingkungan sekitar.
"Sebelum bekerja, kami juga mengadakan pemeriksaan. Ada item-item tes uji, seperti kebisingan, debu dan sebagainya. Dengan tes tersebut, kami berharap antisipasi terhadap dampak buruk pelaksanaan proyek bisa diantisipasi. Misal ada kebisingan melebihi ambang batas bisa kami proteksi dulu," paparnya.
Delapan Bulan
Tak hanya kebisingan dan debu, distribusi material dan sirkulasi alat berat tetap memperhatikan kondisi arus lalu lintas. Untuk diketahui, kontraktor memilih basecamp utama di kawasan Cengklik, Kabupaten Boyolali, sebagai garasi alat berat dan tempat penyimpanan material.
Distribusi material dan alat berat dari basecamp utama menuju lokasi proyek, bakal melewati Jalan Adisucipto dan Jalan Slamet Riyadi. "Kalau memang tidak dimungkinkan mengirim (material) pada siang hari, kami akan memilih melakukannya pada malam hari. Bahkan pengiriman pada malam hari lebih diutamakan, karena beton juga ada batas umurnya," tegas Edi.
Sebagaimana diketahui, pengerjaan proyek pembangunan jalan layang Manahan ditargetkan rampung dalam delapan bulan. Pemkot Surakarta telah mengantisipasi potensi macet akibat pelaksanaan proyek tersebut, dengan mengalihkan arus lalu lintas di berbagai ruas jalan sejak 12 Maret.
"Kami belum berencana mengubah rute alternatif dan manajemen rekayasa lalu lintas (MRLL), meski proyek dimulai besok (hari ini). Secara umum rutenya tetap sama, karena disusun berdasarkan gambaran pelaksanaan proyek yang dilakukan kontraktor," jelas Kepala Dinas Perhubungan (Dishub), Hari Prihatno.
(Agustinus Ariawan /SMNetwork /CN40 )
http://www.suaramerdeka.com/news/detail/19877/Kebisingan-Proyek-Bakal-DiminimalkanBagikan Berita Ini
0 Response to "Kebisingan Proyek Bakal Diminimalkan"
Post a Comment