SURABAYA, suaramerdeka.com- Sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menyumbang 54,98 persen atau sekitar Rp 1.100 triliun rupiah dari total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Timur tahun 2017. Namun besarnya jumlah industri kecil menengah itu masih belum diimbangi dengan ekspansi hingga ke luar negeri.
Menurut Tim Ahli Kadin Jawa Timur Jamhadi, pelaku UMKM di Jawa Timur masih perlu didampingi agar mampu menembus pasar global. Selain meningkatkan produksinya, UMKM juga perlu menjaga kualitas produknya termasuk dari sisi packaging.
"Quality ekspor di Jawa Timur sangat punya peluang karena di Jatim ini sisi PDRB kita 30%nya dari sisi industri sehingga masih memungkinkan leading di eksport dibandingkan daerah lain di Indonesia. Tentu, kalau UMKM kita melihat masih perlu sentuhan lagi untuk mereka bisa meningkatkan eksportnya. Saat ini kita sedang fokus bagaimana UMKM itu dibina lagi baik dari sisi produksinya, intensitasnya termasuk kualitasnya," kata Jamhadi seperti dikutip RRI, Kamis (22/3).
Jamhadi mengatakan selama ini pengemasan produk UMKM di Jatim masih sangat sederhana. Hal ini menyebabkan hasil UMKM Jatim sulit menembus pasar ekspor.
"Jika packaging sudah memadai, kami dari Kadin siap membantu memasarkan produk ke luar negeri karena yakin bakal diterima positif oleh konsumen. Kalau untuk saat ini potret industri Kita, 30,76% PDRB jatim UMKM itu dominasinya adalah golongan Small Medium Enterprise sekitar 97%. Dari sisi prosentasenya memang besar, tetapi dari sisi cakupan jumlahnya kecil. Kalau dilihat dari kuantiti kita masih tidak lebih dari 20% saja untuk pasar eksport, sisanya masih untuk perdagangan antar pulau Indonesia Timur," ungkapnya.
Jamhadi yang juga Ketua KADIN KOta Surabaya ini menyebut banyak hal yang harus dilakukan. Menurutnya, packaging merupakan prioritas utama untuk merebut pasar ekspor. Sementara untuk permodalan, banyak yang memberikan dukungan mulai dari Bank UMKM, KUR, maupun LPDB.
"Pemerintah sendiri telah memberikan perhatian cukup besar seperti keberlangsungan pelaku UKM dengan kebijakan Kredit Usaha Rakyat (KUR), pengurusan izin usaha, pembiayaan UKM melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB), dan pendampingan UKM, tapi kualitas produk dan expired date harus diperhatikan lagi melalui sentuhan teknologi pangan," jelasnya.
Ia menambahkan, riset pasar harus dilakukan dengan baik, seperti menjaga intensitas produksi, kualitas, dan suplai agar Jatim bisa memainkan perannya di pasar global lebih baik lagi. Termasuk untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan mengurangi impor.
(RRI /CN41 )
http://www.suaramerdeka.com/news/detail/20417/Packaging-Produk-UMKM-Jawa-Timur-Perlu-PerbaikanBagikan Berita Ini
0 Response to "Packaging Produk UMKM Jawa Timur Perlu Perbaikan"
Post a Comment