SALATIGA, suaramerdeka.com- Takmir atau pengurus masjid dituntut mampu mengantisipasi dan menghentikan dai yang menyampaikan kotbah atau ceramah di masjid, yang berdampak menimbulkan kebencian antar umat beragama. Takmir harus bisa memfilter ajaran-ajaran yang tidak sesuai dengan Alquran dan Hadis, yang sengaja dihembuskan untuk memunculkan perpecahan di tengah masyarakat.
Hal itu diungkapkan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Salatiga, Fahrudin, ketika membuka Workshop Peningkatan Kualitas Manajemen Takmir Masjid di aula Kemenag Jl Diponegoro, kemarin. ''Isi kotbah di masjid itu jangan sampai menimbulkan saling kebencian antarumat. Masjid itu justru jadi tempat yang mampu menimbulkan adem ayem dan ketenteraman umat, bukan perselisihan,'' tegas Fahrudin.
Ditegaskannya, pengurus takmir harus memiliki ketegasan penolakan penyampaian ajaran yang tidak sesuai. Diakuinya, terkadang jamaah yang pulang usai melaksanakan ibadah, justru dibuat tidak tenang akibat ajaran-ajaran yang tidak benar itu. ''Islam Indonesia adalah Islam Nusantara. Tidak ada Islam kiri atau Islam kanan. Agama hadir termasuk Islam untuk menimbulkan ketenangan dan bukan untuk membingungkan umat,'' jelasnya.
Fahrudin berharap dengan adanya pelatihan manajemen takmir tersebut, maka pengurus takmir akan semakin tertata dengan baik dan mampu memakmurkan masjid. Tidak hanya itu, takmir juga bisa menumbuhkan kesejukan dan ketenteraman umat. Di sisi lain takmir juga harus bisa menyesuaikan perkembangan zaman dan teknologi dalam rangka memakmurkan masjid.
Sementara itu, Kasi Bimas Kemenang, Nur Cholis menjelaskan, pelatihan tersebut bekerja sama dengan Bank Muamalat, Baznas, dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Salatiga. Kegiatan itu diikuti pengurus takmir masjid dan penyuluh agama.
(Moch Kundori /SMNetwork /CN40 )
http://www.suaramerdeka.com/news/detail/20442/Takmir-Diminta-Tegas-Tolak-Ajaran-MenyimpangBagikan Berita Ini
0 Response to "Takmir Diminta Tegas Tolak Ajaran Menyimpang"
Post a Comment