KARANGANYAR, suaramerdeka.com- Bersamaan dengan momentum peringatan Hari Air Sedunia, warga dan sejumlah pihak mencanangkan program Dusun Buah Segawe. Program ini diawali penanaman 3.100 bibit pohon buah di lahan seluas 2 hektare di Dusun Segawe, Desa Tunggulrejo, Kecamatan Jumantono.
Selama dua hari, Kamis-Jumat (22-23/3), warga bersama sukarelawan dari BPBD Karanganyar, SAR MTA, sukarelawan Jatiyoso dan Jumantono, serta FKPM Jemani bergotong royong menanam ribuan bibit pohon buah tersebut, di enam petak lahan seluas total 2 hektare.
Lahan kebun buah tersebut nanti bakal dikelola sebagai usaha mandiri warga di wilayah lahan kritis tersebut. Kegiatan penanaman yang merupakan program CSR-nya Perum Jasa Tirta I itu dikemas dalam acara Penanaman Pohon untuk Pengurangan Risiko Bencana Dalam Rangka Hari Air Sedunia,
Koordinator Kegiatan, Wagimin mengatakan, lahan kritis yang dimanfaatkan untuk penanaman pohon buah tersebut berada di area krisis air, sehingga tidak cocok jika ditanami padi. ‘’Ada delapan jenis pohon buah yang ditanam, yakni kelengkeng, jambu kristal, jambu air, manggis, duku, durian, alpukat dan jeruk lemon,’’ tuturnya,
Lahan Desa Buah tersebut dikelola tujuh RT di wilayah Dusun Segawe. Rencananya, jika rintisan desa buah itu berjalan dan menghasilkan, hasilnya akan masuk ke kas RT dan karang taruna setempat.
‘’Pemeliharaan pohon akan ditangani sendiri. Tiga orang di tiap RT bertanggung jawab untuk merawatnya. Selama masa perawatan, disiapkan 300 bibit sebagai pengganti jika ada yang mati,’’ katanya.
Sebelum dilakukan penanaman massal, warga sudah melakukan uji coba dengan menanam bibit jambu kristal pada dua bulan lalu. ‘’Hasilnya, sekarang sudah berbunga,’’ katanya.
Upaya Konservasi
Kepala Pelaksana Harian BPBD Karanganyar, Bambang Djatmiko menambahkan, penanaman pohon buah di lahan kritis tepat, sebagai upaya konservasi air di area tersebut
Ke depan akan dibangun sarana prasarana penunjang, untuk kenyamanan pengunjung Dusun Buah Segawe. Antara lain dengan membuat gardu pandang dan gazebo di sekitar lokasi. Selain itu, pengunjung juga bisa memetik buah sendiri, saat panen perdana yang diperkirakan berlangsung dua atau tiga tahun mendatang.
Camat Jumantono, Sundoro Budi Karyanto berharap, Dusun Buah Segawe nantinya bisa berjalan seperti Dusun Buah Genengan dan Gemantar yang namanya sudah cukup kondang. Apalagi, jenis buah di Segawe komplet dan dikelola penduduk setempat. Berbeda dengan dua dusun buah lain yang dimiliki orang luar.
(Irfan Salafudin /SMNetwork /CN40 )
http://www.suaramerdeka.com/news/detail/20733/Desa-Segawe-Merintis-Dusun-Buah-MandiriBagikan Berita Ini
0 Response to "Desa Segawe Merintis Dusun Buah Mandiri"
Post a Comment