SOLO, suaramerdeka.com- Organisasi Angkutan Darat (Organda) Surakarta memantau efek kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite per Sabtu (24/3), dari harga Rp 7.600,-/liter menjadi Rp 7.800,-/liter atau naik Rp 200 rupiah.
Sejauh ini kenaikan itu belum memberi dampak signifikan, namun pihaknya akan intens memantau selama sepekan guna melihat efek kenaikan tarif angkutan umum. Sejumlah sopir angkutan umum sudah mulai mengeluhkan kenaikan tersebut, kendati belum mewakili mayoritas sopir di Kota Bengawan.
Ketua Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Organda Kota Surakarta, Joko Suprapto mengatakan, pihaknya belum bisa memprediksi dampak kenaikan pertalite. Masih memerlukan waktu minimal sepekan untuk mencatat semua fenomena dan menampung keluhan para pengusaha transportasi maupun pengemudi angkutan umum di lapangan.
"Kami akan melihat dampaknya dalam waktu sepekan. Jika menyulitkan operasional di lapangan, bakal kami lakukan rapat bersama dengan seluruh angkutan umum dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surakarta," jelas Joko, Senin (26/3).
Jika dalam sepekan, kata dia, terdapat dampak yang menyulitkan dan sudah dilakukan rapat bersama, langkah selanjutnya menyampaikan keluhan tersebut ke Dishub Provinsi Jawa Tengah. Dengan Demikian, pihaknya berharap kenaikan itu tidak berdampak pada pelaksanaan operasional angkutan umum.
‘’Harapan kami tidak berdampak dengan kenaikan harga pertalite, karena jika tarif BBM naik, pengeluaran biaya operasional pada angkutan umum akan berlebih di banding hari biasanya,’’ kata Joko.
Mulai Mengeluh
Sementara itu, Ketua Paguyuban Angkot, Trans Roda Sejati, Triyono mengatakan sejumlah pengemudi angkutan kota mulai mengeluhkan soal kenaikan pertalite. Meski belum memberi dampak besar, kenaikan Rp 200 tersebut sudah mulai dirasakan sejumlah pengemudi angkutan kota (Feeder BST) di Kota Bengawan.
"Pengeluaran akan lebih besar, walau pun setoran masih sama. Jadi kami pertimbangkan terlebih dulu apakah dampaknya langsung mengena atau tidak," kata Triyono.
Sementara itu, Kasi Angkutan Orang Bidang Angkutan Dishub Surakarta, Dwi Sugiarto menjelaskan, pihaknya terus memantau gejolak di lapangam. Pihaknya belum bisa menyimpulkan karena belum terlihat dampak berkaitan dengan kenaikan harga tersebut. Namun, dia berharap pengusaha angkutan umum patuh dengan regulasi tarif angkutan umum.
"Taksi dan Feeder BST mungkin yang bakal merasakan dampaknya. Namun kami menghimbau kepada pengusaha dan pengemudi angkutan tersebut untuk mematuhi aturan batas tarif atas dan tarif bawah. Sehingga masyarakat bisa tetap memanfaatkan angkutan umum sebagai alat transportasinya dalam beraktivitas dengan tarif yang sesuai,’’ kata Dwi.
(M Ilham Baktora /SMNetwork /CN40 )
http://www.suaramerdeka.com/news/detail/20885/Organda-Pantau-Efek-Kenaikan-Harga-PertaliteBagikan Berita Ini
0 Response to "Organda Pantau Efek Kenaikan Harga Pertalite"
Post a Comment