SEMARANG, suaramerdeka.com- PSIS Semarang pekan ini sedang berharap-harap cemas karena belum menemukan stadion yang layak untuk menjadi home base di Liga 1, mulai 25 Maret nanti.
Bahkan dikabarkan PSIS terancam berkandang ke Sidoarjo jika verifikasi di Stadion dr H Moch Soebroto Magelang tidak lolos pada Senin (19/3) ini. Meski begitu CEO PSIS, Alamsyah Satyanegara Sukawijaya tetap optimistis perombakan besar-besaran yang dilakukan beberapa pekan di Stadion dr H Moch Soebroto bisa membuat PT Liga Indonesia Baru memberi lampu hijau meski nantinya ada beberapa syarat yang harus dipenuhi.
''Kami akan tunggu hasil verifikasi kedua PT Liga pada pekan ini terkait Stadion Soebroto. Kami harap bisa lolos dan tidak perlu nanti pindah ke Sidoarjo. Jika harus pindah ke Sidoarjo kami minta kerelaan suporter untuk mendukung PSIS dari televisi saja,'' ungkap pria yang akrab disapa Yoyok Sukawi itu kemarin.
Selain Magelang, PSIS juga berusaha menjadikan dua stadion di DI Yogyakarta sebagai kandang. Yakni Stadion Internasional Maguwoharjo Sleman dan Stadion Sultan Agung Bantul.
Perkembangan terakhir pengelola stadion di Sleman menolak pemakaian venue untuk PSIS. Sementara stadion di Bantul, Laskar Mahesa Jenar diperebutkan Persiba Bantul, PSIM Yogyakarta, PS Tira, dan Persija Jakarta. Hal ini yang membuat Yoyok menyebut stadion di Sidoarjo sebagai stadion yang realistis bisa dipakai jika Stadion dr H Moch Soebroto gagal lolos verifikasi.
''Dengan kondisi home base seperti ini target kami realistis di Liga 1. Yakni bertahan di sepuluh besar. Syukur-syukur bisa masuk jajaran tujuh atau lima besar. Dari sisi ini lah kami juga melakukan reposisi pelatih agar PSIS bisa menunjukkan permainan yang lebih modern,'' lanjut Yoyok.
Dia menilai skema mantan pelatihnya, Subangkit hanya cocok untuk kompetisi Liga 2. Sementara untuk kompetisi Liga 1 dengan berkaca dari 14 laga pra-musim, PSIS butuh juru taktik yang lebih muda dan segar.
Manajemen PSIS saat ini juga sudah menerima salinan jadwal resmi yang dikirimkan PT Liga Indonesia Baru. Direktur Teknik PSIS, Setyo Agung Nugroho yang pekan kemarin mewakili PSIS di manager meeting mengabarkan tidak ada perubahan besar dalam hal jadwal dan regulasi.
Hanya saja tim harus benar-benar dipersiapkan karena ada agenda Piala Indonesia mulai pertengahan tahun ini. ''Semua keputusan yang berkaitan dengan kompetisi akan dibicarakan dalam rapat besar managemen PSIS pada Senin (19/3) ini. Semoga semua hasilnya baik,'' kata Setyo Agung.
(M Alfi Makhsun /SMNetwork /CN34 )
http://www.suaramerdeka.com/news/detail/19884/PSIS-Terancam-Berkandang-Di-SidoarjoBagikan Berita Ini
0 Response to "PSIS Terancam Berkandang Di Sidoarjo"
Post a Comment