WONOSOBO, suaramerdeka.com- Wanita perokok dinilai memiliki risiko dua kali lebih besar dibanding wanita non-perokok terkena penyakit kanker serviks. Tembakau mengandung banyak zat kimia yang tidak baik untuk tubuh. "Penyakit ini muncul karena pola hidup yang tidak sehat dan dilakukan dalam jangka waktu lama secara terus menerus tanpa disadari," ujar dokter Fiyosteen Kusuma, saat menjadi narasumber Penyuluhan Kesehatan dalam rangka HUT Persit ke 72 di Aula Makodim 0707/Wonosobo, Senin (26/3) siang.
Menurut dokter Fiyosteen Kusuma, saat ini kanker serviks merupakan penyakit yang menghantui kaum wanita. Karena, penyakit itu begitu dahsyatnya dampak yang ditimbulkan kalau sampai terkena. Apalagi kalau penyakit itu diketahui sudah dalam stadium tinggi sulit dalam penanganannya. "Kaum wanita harus bisa menjaga pola hidup sehat, karena penyakit ini muncul karena pola hidup yang tidak sehat dan dilakukan dalam jangka waktu lama dan secara terus menerus tanpa kita sadarinya," terang dia.
Disebutkan, penyebab kanker serviks karena infeksi human papilloma virus (HPV). Berbagai faktor yang mempengaruhi, antara lain melakukan hubungan seksual dengan banyak pasangan. Perilaku tersebut dapat meningkatkan risiko terkena HPV 16 dan 18. "Penyebab lain adalah merokok, karena tembakau mengandung banyak zat kimia yang tidak baik untuk tubuh. Wanita yang merokok memiliki risiko hingga dua kali lebih besar dibanding wanita non-perokok dalam terkena kanker serviks," bebernya.
Kondisi yang mempengaruhi sistem imun, seperti human immunodeficiency virus (HIV), virus yang menyebabkan AIDS, bisa meningkatkan risiko terkena infeksi HPV dan jadi penyebab kanker serviks. "Hubungan seksual terlalu dini, merokok, gonta ganti pasangan seksual dan kurangnya mengkonsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan dapat juga kita terkena penyakit kanker serviks. Untuk itu yang paling penting dilakukan adalah kita harus bisa hidup sehat," tandas dia.
Dia menganjurkan, kalangan wanita semakin rajin berolah raga, biasakan makan sayur dan buah yang beraneka ragam setiap hari, kurangi lemak, tidak merokok dan jangan sampai kita menjadi perokok pasif, serta tidak gonta ganti pasangan seksualitas. "Hal yang paling penting adalah sering kita memeriksakan diri ke petugas kesehatan setiap satu tahun sekali. Dengan memeriksakan secara rutin, diharapkan mampu mendeteksi secara dini dan mengobati secara berkala," terangnya.
Wakil Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXVII, Endang Jaka Susila mengatakan, kesehatan merupakan anugrah dari Tuhan yang tidak dapat ternilai harganya. Dengan sehat, kita akan bisa melakukan apa saja. Hidup juga akan terasa nyaman tentram dan bahagia apabila kita dalam segar bugar. "Anggota Persit kami harapkan bisa mengikuti ceramah kesehatan ini dengan sungguh-sungguh. Karena, materi yang sampaikan berkaitan dengan pribadi kita yaitu agar kita bisa terhindar dari kanker serviks dan kanker payudara.
(M Abdul Rohman /SMNetwork /CN40 )
http://www.suaramerdeka.com/news/detail/20876/Wanita-Perokok-Dinilai-Berisiko-Kanker-ServiksBagikan Berita Ini
0 Response to "Wanita Perokok Dinilai Berisiko Kanker Serviks"
Post a Comment